Open/Close Menu Ramah perilaku kami, Santun budaya kami, Sungguh-sungguh cara kerja kami

Obesitas adalah kondisi kronis yang didefinisikan sebagai kelebihan jumlah lemak di dalam tubuh. Menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT) adalah langkah yang paling baik untuk mendefinisikan obesitas. Cara menghitung berat badan kita menurut IMT ialah berat badan(Kg) dibagi dua kali tinggi badan(M), jika orang dewasa nilai IMT lebih dari 30 atau lebih, maka bisa dinyatakan itu obesitas.

Untuk menghitung berat badan silahkan kunjungi dokterSehat dan bisa klik link berikut.

Berikut faktor risiko obesitas terhadap kita:

  1. Berhenti Merokok

Berhenti merokok sering dikaitkan dengan penambahan berat badan. Bagi sebagian orang, hal itu dapat menyebabkan penambahan berat badan yang cukup untuk memenuhi syarat sebagai obesitas. Sering kali, kondisi ini terjadi ketika seseorang menggunakan makanan sebagai pengganti ketika keinginan merokok itu muncul.

Namun dalam jangka panjang, berhenti merokok masih memberi manfaat lebih besar bagi kesehatan daripada terus merokok.

  1. Kurang Tidur

Tidak cukup tidur atau terlalu banyak tidur dapat menyebabkan perubahan hormon yang meningkatkan nafsu makan. Anda juga mungkin menginginkan makanan tinggi kalori dan karbohidrat, di mana hal ini dapat berkontribusi pada penambahan berat badan.

  1. Stres

Banyak faktor eksternal yang memengaruhi suasana hati dan kesejahteraan dapat berkontribusi terhadap obesitas. Seseorang lebih sering mencari banyak makanan berkalori tinggi ketika mengalami situasi stres.

  1. Mikroba

Bakteri usus dipengaruhi oleh apa yang Anda makan. Selain itu, kondisi bakteri di sistem pencernaan juga dapat berkontribusi pada kenaikan berat badan atau kesulitan menurunkan berat badan.

  1. Tindakan Sebelumnya

Upaya penurunan berat badan sebelumnya yang diikuti dengan mendapatkan kembali berat badan secara cepat dapat berkontribusi pada penambahan berat badan lebih lanjut. Fenomena ini kadang-kadang disebut diet yo-yo, di mana dapat memperlambat kerja metabolisme.

Pada akhirnya, jika Anda memiliki satu atau lebih faktor risiko di atas, tidak berarti bahwa Anda ditakdirkan untuk mengalami obesitas. Anda dapat menangkal sebagian besar faktor risiko melalui diet, aktivitas fisik, dan perubahan perilaku.

Pengobatan Obesitas, tujuan dari perawatan obesitas adalah untuk mencapai dan mempertahankan berat badan yang sehat. Selain itu, pengobatan bertujuan untuk meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dan menurunkan risiko terkena komplikasi terkait penyakit obesitas. Anda mungkin perlu bekerja dengan tim profesional kesehatan untuk membantu Anda memahami dan membuat perubahan dalam kebiasaan makan dan aktivitas.

Berikut adalah cara mengatasi obesitas yang bisa dilakukan, di antaranya:

  1. Perubahan Gaya hidup dan Perilaku

Program olahraga yang terstruktur dan peningkatan aktivitas harian hingga 300 menit seminggu akan membantu membangun kekuatan, daya tahan, dan metabolisme. Selain itu, melakukan konseling juga dapat mengidentifikasi pemicu yang tidak sehat dan membantu Anda mengatasi masalah kecemasan, depresi, atau emosional.

  1. Obat Penurunan Berat Badan

Dokter mungkin akan meresepkan obat penurun berat badan yang diresepkan sebagai tambahan selain makan sehat dan rencana olahraga. Obat biasanya diresepkan hanya jika metode penurunan berat badan lain tidak berhasil, dan jika Anda memiliki IMT 27 atau lebih, selain masalah kesehatan terkait obesitas.

Obat penurun berat badan resep baik mencegah penyerapan lemak atau menekan nafsu makan. Obat-obatan ini dapat memiliki efek samping yang tidak menyenangkan. Misalnya, obat orlistat dapat menyebabkan sering buang air besar. Dokter akan memantau dengan seksama saat Anda meminum obat-obatan ini.

Baca juga: Gejala, Ciri-ciri dan Pencegahan Ambeien

  1. Operasi

Operasi penurunan berat badan yang biasa disebut operasi bariatrik, membutuhkan komitmen dari pasien bahwa mereka akan mengubah gaya hidupnya. Jenis operasi ini bekerja dengan membatasi seberapa banyak makanan yang dapat Anda makan dengan nyaman atau dengan mencegah tubuh menyerap makanan dan kalori. Terkadang keduanya juga bisa dilakukan bersamaan.

Operasi penurunan berat badan bukanlah perbaikan cepat. Ini adalah operasi besar dan dapat memiliki risiko serius. Setelah operasi, pasien perlu mengubah cara mereka makan dan berapa banyak mereka makan.

Seseorang yang menjalani operasi penurunan berat badan jika IMT 40 atau lebih atau memiliki IMT 35 hingga 39,9 bersama dengan masalah kesehatan yang berhubungan dengan obesitas serius.

Pasien biasanya harus menurunkan berat badan sebelum menjalani operasi. Selain itu, pasien biasanya akan menjalani konseling untuk memastikan bahwa mereka siap secara emosional untuk operasi dan bersedia untuk membuat perubahan gaya hidup yang diperlukan.

Sementara, pilihan bedah meliputi:

  • Operasi lambung, operasi yang menciptakan kantong kecil di bagian atas perut yang menghubungkan langsung ke usus kecil. Makanan dan cairan melewati kantung dan masuk ke usus, melewati sebagian besar lambung.
  • Laparoscopic adjustable gastric banding (LAGB), operasi yang memisahkan perut menjadi dua kantong menggunakan pita.
  • Gastric sleeve, operasi untuk yang mengangkat bagian perut.
  • Biliopancreatic diversion with duodenal switch, operasi yang menghilangkan sebagian besar perut.

Pencegahan Obesitas, langkah-langkah untuk mencegah kenaikan berat badan sama dengan langkah-langkah untuk menurunkan berat badan yaitu: olahraga setiap hari, diet sehat, dan komitmen jangka panjang untuk mengawasi apa yang Anda makan dan minum.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Anda perlu melakukan 150 hingga 300 menit aktivitas intensitas sedang seminggu untuk mencegah penambahan berat badan. Aktivitas fisik yang cukup intens termasuk berjalan cepat dan berenang.

  1. Makan Sehat

Fokus pada makanan rendah kalori, padat nutrisi seperti buah-buahan, sayuran dan biji-bijian. Hindari lemak jenuh, batasi asupan manis dan alkohol. Makanlah tiga kali sehari secara teratur dengan kudapan terbatas. Pastikan untuk memilih makanan yang mempromosikan berat badan yang sehat dan kesehatan yang baik.

Identifikasi situasi yang memicu makan tidak terkendali. Cobalah membuat jurnal dan tulis apa yang Anda makan, berapa banyak yang Anda makan, kapan Anda makan, bagaimana perasaan dan seberapa lapar Anda. Setelah itu, rancang strategi untuk menangani situasi yang dialami dan tetap mengendalikan perilaku makan.

  1. Rutin Memantau Berat Badan

Orang yang menimbang berat badan setidaknya sekali seminggu lebih sukses dalam mencegah kelebihan berat badan. Memantau berat badan dapat memberitahu Anda apakah usaha yang dilakukan berhasil dan dapat membantu mendeteksi kenaikan berat badan kecil sebelum menjadi masalah besar.

  1. Konsisten

Berpegang teguhlah pada rencana berat badan sehat selama seminggu, di akhir pekan, dan di tengah liburan selama mungkin untuk meningkatkan peluang sukses jangka panjang.

source : doktersehat.com

Write a comment:

*

Your email address will not be published.

© 2020 - Klinik Warakas support by PT. PMI

Telepon Kami       (021) 2243 4388